
Daftar Isi
1. Cemburu berlebihan dan curiga terus-menerus
2. Mengontrol aktivitas dan pergaulan
3. Memantau ponsel, media sosial, dan lokasi
4. Terisolasi dari teman atau keluarga
5. Menjadikan cemburu sebagai bukti cinta
6. Takut mengambil keputusan sendiri
7. Marah ketika kamu pasang batasan
Jakarta, beliefsecret Indonesia
—
Selama ini yang kamu anggap tanda sayang bisa jadi wujud sikap
pasangan
yang posesif. Berikut beberapa ciri pasangan
posesif
yang kerap tidak disadari.
Kecemburuan si dia harus diakui kadang membuat hati berbunga. Kamu merasa disayang dan diinginkan. Namun hati-hati, bisa saja rasa cemburu pasangan itu hanya salah satu wujud sikap posesifnya ke kamu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika sudah berulang dan membuat pasangan merasa diawasi, dibatasi, atau takut mengambil keputusan, perilaku ini bisa menjadi bagian dari kontrol dalam hubungan. Mengutip
CDC
, ini sudah termasuk dalam kekerasan dalam hubungan romantis.
Bentuknya juga bisa berupa kekerasan seksual, penguntitan, hingga agresi psikologis yang membuat pasangan merasa tertekan atau tidak aman. Berikut tujuh ciri pasangan posesif yang perlu diwaspadai.
1. Cemburu berlebihan dan curiga terus-menerus
Cemburu sesekali mungkin masih wajar. Namun, jika pasangan terus-menerus curiga tanpa alasan jelas, menuduh selingkuh, atau selalu meminta pembuktian, ini bisa menjadi tanda hubungan mulai tidak sehat.
Studi yang diterbitkan di
Partner Abuse
menjelaskan kecemburuan dalam hubungan dapat berkaitan dengan rendahnya kepercayaan dan
attachment anxiety
. Kondisi ini bisa membuat seseorang lebih mudah curiga dan menunjukkan kecemburuan berlebihan.
2. Mengontrol aktivitas dan pergaulan
Pasangan posesif biasanya ingin tahu semua hal yang dilakukan pasangannya, mulai dari pergi dengan siapa, pulang jam berapa, boleh bertemu siapa, hingga kegiatan apa yang boleh dilakukan.
Awalnya, sikap ini bisa terlihat seperti perhatian. Namun, kalau berubah menjadi aturan yang membatasi kebebasan, perilaku itu sudah masuk ke pola kontrol. Dampak kekerasan dalam hubungan ini pun sangat dipengaruhi oleh ada atau tidaknya pola kontrol koersif atau tindakan memaksa.
3. Memantau ponsel, media sosial, dan lokasi
Salah satu bentuk posesif yang sering muncul adalah kontrol lewat ponsel. Si dia bisa meminta akses ke kata sandi, membuka chat tanpa izin, mengecek media sosial, atau menuntut berbagi lokasi setiap saat.
Penelitian bertajuk
Privacy or Transparency? Negotiated Smartphone Access as a Signifier of Trust in Romantic Relationships
menemukan akses ponsel dalam hubungan sering dianggap sebagai simbol kepercayaan. Namun, akses itu seharusnya berdasarkan kesepakatan bersama, bukan paksaan.
4. Terisolasi dari teman atau keluarga
Pasangan posesif juga bisa membuat seseorang perlahan menjauh dari lingkungan sosialnya. Caranya bisa halus, seperti menyindir teman pasangan, membuat pasangan merasa bersalah saat keluar, atau menuntut semua waktu dihabiskan bersama.
Hubungan yang sehat tetap memberi ruang untuk keluarga, teman, pekerjaan, dan kehidupan pribadi. Dalam
coercive control
, isolasi sosial termasuk bentuk kontrol yang dapat berdampak pada kesehatan mental korban.
5. Menjadikan cemburu sebagai bukti cinta
Kalimat seperti “Aku cemburu karena sayang” sering terdengar romantis. Tapi, jika cemburu dipakai untuk membenarkan perilaku mengatur, memantau, atau membatasi pasangan, itu bukan lagi tanda sayang.
Studi yang dipublikasikan di
Journal of Social and Personal Relationships
menemukan perilaku yang sengaja memicu kecemburuan berkaitan dengan konflik verbal, perilaku mengontrol, dan pengalaman kekerasan pasangan.
6. Takut mengambil keputusan sendiri
Pasangan posesif bisa membuat seseorang ragu mengambil keputusan tanpa izin. Hal sederhana seperti memilih pakaian, pergi dengan teman, menerima pekerjaan, atau membalas pesan orang lain bisa terasa menegangkan karena takut pasangan marah.
Kekerasan dalam hubungan romantis tidak selalu berupa pukulan. Pola intimidasi, ancaman, dan agresi psikologis juga termasuk bentuk kekerasan yang bisa membuat korban merasa takut dan tertekan.
7. Marah ketika kamu pasang batasan
Hubungan sehat tetap membutuhkan batas. Setiap orang berhak punya privasi, waktu sendiri, teman, ruang digital, dan keputusan pribadi. Pasangan posesif biasanya sulit menerima batas itu. Ia bisa marah ketika pasangannya tidak langsung membalas pesan, menolak membuka ponsel, atau ingin punya waktu sendiri.
Posesif sering kali dimulai dari hal yang terlihat kecil. Tapi jika polanya berulang, membuat salah satu pihak takut, terkekang, atau kehilangan kebebasan, hubungan perlu dibaca ulang. Cinta seharusnya membuat seseorang merasa aman, bukan terus diawasi.
(els/els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video beliefsecret]
Baca lagi: Iran dan Oman Berembuk Bahas Tarif Kapal di Selat Hormuz
Baca lagi: Rupiah Tergelincir ke Rp17.952 per Dolar AS Sore Ini
Baca lagi: Presiden Guterres Meninggal, Pernah Pimpin Perang Gerilya Timor Leste




15 Responses
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://tudomuaban.com/chi-tiet-rao-vat/2366135/bong88living.html yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://www.cve.org/CVERecord?id=CVE-2008-5049 tadi.
Artikel yang menarik dengan informasi yang relevan. https://admi.net/world/ni/
Membaca ini membuat saya merasa beruntung bisa mengakses internet hari ini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/9345-2/ keduanya memiliki isi yang bagus
Setiap kalimatnya seperti potongan puzzle yang langsung klop dan membentuk gambaran besar yang utuh https://www.kufirst.center.ku.ac.th/8632-2/ jadi suka membaca sekarang
Penjelasannya lengkap dan mudah diikuti. Saya juga sempat menemukan informasi menarik melalui https://able2know.org/user/king88com/.
Penulis berhasil menyampaikan informasi dengan gaya yang santai namun tetap jelas. Ada juga pembahasan lain di https://audiomack.com/king88comguru/re-ups.
Keberadaan artikel seperti ini membuat internet menjadi tempat yang jauh lebih berharga untuk dijelajahi https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9196-2/
Penjelasannya terasa sederhana tetapi tetap memberikan pemahaman yang baik. Ada juga referensi di http://www.rohitab.com/discuss/user/2264548-king88comguru/?tab=topics.
Kontennya terasa natural dan tidak berlebihan. Sebagai tambahan bacaan, coba kunjungi https://cloud-links.s3.us-west-004.backblazeb2.com/news/86ent4pyk/news-sites-online.html.
Topiknya sangat relevan dan dibahas dengan baik. Saya juga menyimpan referensi dari https://wakelet.com/wake/ZBvELSLef25tXHTX09UaQ.
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan http://atomon.ciao.jp/wp1/2016/03/14/%E5%A4%A7%E4%B8%B8%E6%9D%B1%E4%BA%AC%E5%BA%97-10f-%E6%9D%B1%E6%80%A5%E3%83%8F%E3%83%B3%E3%82%BA%E6%9D%B1%E4%BA%AC%E5%BA%97-%E8%B2%A9%E5%A3%B2%E4%BC%9A%E5%A0%B1%E5%91%8A/ yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Sebuah rangkuman kehidupan/profesi yang sangat bernilai tinggi bagi siapa saja yang membacanya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/ku-rice-festival/
Artikel ini ringkas tapi muatan ilmunya padat banget. Pas buat nambah wawasan. Terima kasih banyak atas ulasannya http://www.kufirst.center.ku.ac.th/%E0%B8%82%E0%B8%AD%E0%B9%80%E0%B8%8A%E0%B8%B4%E0%B8%8D%E0%B9%80%E0%B8%82%E0%B9%89%E0%B8%B2%E0%B8%A3%E0%B9%88%E0%B8%A7%E0%B8%A1%E0%B8%87%E0%B8%B2%E0%B8%99%E0%B8%9A%E0%B8%A3%E0%B8%A3%E0%B8%A2%E0%B8%B2/
Artikel ini laksana laboratorium gagasan yang sukses menguji dan membuktikan sebuah kebenaran baru http://www.kufirst.center.ku.ac.th/kutac-demo-day-2023/