Jas Double-breasted Disebut Jadi Cara Prabowo Tegaskan Posisi RI

Jakarta, beliefsecret Indonesia

Presiden RI

Prabowo Subianto

kerap tampil dengan jas

double-breasted

dalam beberapa kesempatan. Pada

Sidang Tahunan MPR RI 2026

yang berlangsung hari ini, Jumat (14/8), Prabowo pun tampil dengan setelan yang sama.

Pilihan jas

double-breasted

dinilai sebagai cara Prabowo untuk menegaskan Indonesia memiliki posisi yang sama dengan negara-negara kuat lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Gaya busananya [Prabowo] tidak jauh berbeda dengan saat kampanye. Di sini [Sidang Tahunan MPR RI] Pak Presiden seperti ingin memperlihatkan busana kenegaraan itu sangat kuat, formal, simbolis yang tentunya sejajar dengan presiden-presiden negara lain,” ujar pengamat mode Lisa Fitria, Jumat (14/8), melansir

Antara

.

Jas

double-breasted

sendiri ditandai dengan dua barus kancing di bagian depan yang saling menumpuk. Jas ini, lanjut Lisa, umum dikenakan oleh banyak pria di dunia.

Jas

double-breasted

yang dikenakan Prabowo hari ini memiliki enam kancing, yang menampilkan kesan tegas, formal, dan klasik. Warna abu juga berkesan stabil, matang, dan moderat.

“Dalam konteks pidato kenegaraan, pilihan tersebut dibaca sebagai representasi kepemimpinan yang ingin menampilkan ketegasan sekaligus keseimbangan,” jelas Lisa.

Ketegasan itu ditonjolkan bersama dengan warna dasi biru muda yang lebih tenang dan

approachable

.

Sementara di bagian kepala, Prabowo tetap mengenakan kopiah hitam yang dianggap sebagai komitmen untuk menjaga budaya dan identitas bangsa. Hal ini sejalan dengan kebiasaan pemimpin negara sebelumnya seperti Soekarno dan Soeharto.

“Simbol identitas nasional ini yang merepresentasikan karakter kepemimpinan Indonesia. Ketika dipadukan dengan setelah jas modern, terlihat adanya pertemuan antara identitas nasional dan modernitas,” ujar

founder

Indonesia Fashion Chamber (IFC) ini.

Secara keseluruhan, Lisa menyebut Prabowo tidak berusaha memberikan pernyataan berlebihan melalui fesyen. Busana yang dikenakan justru dijadikan sebagai bahasa diplomasi.

(asr)

Baca lagi: Komisi III Setujui 14 Calon Hakim Agung dan Ad Hoc, Ini Daftarnya

Baca lagi: Malaysia-Singapura Dibekap Asap Karhutla RI, Ini Jawaban Kemlu

Baca lagi: Berkah Cuan Pelapak Online Rayakan 17-an

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: