
Jakarta, beliefsecret Indonesia
—
Penyanyi
Taylor Swift
dan
Travis Kelce
resmi menikah pada Jumat (3/7) waktu New York City. Meski berlangsung tertutup tapi ini tidak menghalangi fan bahkan nonfan untuk membicarakan pernikahan keduanya.
Jelas tidak ikut kondangan tapi fan begitu antusias dengan pernikahan penyanyi Taylor Swift. Hari-hari jelang gelaran pernikahan, banyak yang berspekulasi soal gaun, gaya rambut, tempat, dan daftar tamu undangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Publik sepertinya harus bersabar menanti pelantun The Fate of Ophelia ini membagikan foto di hari bahagianya.
Keterlibatan fan dalam kehidupan pribadi idolanya mungkin terdengar aneh. Namun menurut peneliti psikologi media Bradley Bond, respons itu sepenuhnya normal bahkan bisa saja bermanfaat.
Bond menjelaskan ini lewat pendekatan psikologi guna melihat hubungan fan dengan selebritas dan karakter fiksi. Penelitian menunjukkan orang memiliki respons emosional yang serupa terhadap tokoh media seperti halnya terhadap orang yang dikenal secara pribadi meski biasanya kurang intens.
“Pada dasarnya, pikiran kita memproses kepribadian secara serupa terlepas dari apakah kita memproses orang yang berdiri di depan kita atau di layar,” jelas Bond mengutip dari Science Alert.
Hubungan parasosial
Rasa terlibat dalam kehidupan figur publik disebut hubungan parasosial. Hubungan parasosial berkaitan dengan otak manusia yang dipersiapkan untuk empati dan menyelaraskan diri dengan emosi orang lain.
Hubungan ini bisa bersifat sepihak dan tidak berbalas. Namun studi psikologi terbaru menunjukkan bahwa tokoh media dapat membantu orang meminimalkan putus asa dan memberikan mereka identitas dan kesejahteraan lebih baik.
“Ketika sesuatu yang baik terjadi pada tokoh media yang kita rasa terhubung secara sosial, kita ikut senang untuk mereka,” kata Bond.
Pernikahan tentu saja salah satu peristiwa penting. Hubungan parasosial yang kuat membuat fan terlibat secara emosional.
Lindsey Conlin Maxwell, psikolog yang juga seorang Swiftie (sebutan fan Taylor Swift), sepakat dengan penjelasan Bond.
“Kami telah menghabiskan 20 tahun terakhir mendengarkan musiknya dan membangun hubungan ini dengannya, jadi meskipun itu adalah hubungan satu arah di mana dia tidak mengenal kami secara individual, kami sebagai Swifties merasa seperti mengenalnya dan seperti telah melalui pasang surut emosional bersamanya,” kata Maxwell.
Dia menambahkan fan merasa dekat dengan Swift adalah berkat kekuatan musik. Maxwell menilai musik Swift mampu membangkitkan emosi yang kuat dan membantu orang merasa terhubung dengan orang lain.
Akan tetapi, lanjut dia, kecintaan Swiftie pada sang idola tidak sama dengan perasaan terhadap teman atau anggota keluarga sungguhan.
“Penggemar rata-rata, bahkan mereka yang memiliki hubungan parasosial yang kuat dan banyak berinvestasi dalam musik Taylor Swift, dapat menyadari bahwa itu adalah hidupnya dan pencapaiannya, bukan milik kita,” kata Maxwell.
(els)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video beliefsecret]
Baca lagi: Sinopsis Chappie, Bioskop Trans TV 4 Juli 2026
Baca lagi: Mulai Hari Ini Registrasi Nomor HP Baru Wajib Verifikasi Wajah
Baca lagi: Strategi Pakistan Atasi Konflik di Timur Tengah dan Perbatasan




22 Responses
Apresiasi saya untuk penulis karena telah menyajikan informasi yang sangat berharga. Saya turut melampirkan https://tagderarbeitslosen.mur.at/blobben-heerderarbeitslosen-infostand yang kebetulan memiliki muatan informasi sejenis untuk memperkaya literatur kita.
Pembahasan yang mencerahkan! Untuk pembaca lain yang mungkin membutuhkan literatur tambahan dengan tema yang sama, silakan kunjungi https://amt.parsons.edu/blog/former-faculty-and-alum-to-be-featured-in-two-upcoming-nyc-exhibitions/.
Artikel ini laksana laboratorium gagasan yang sukses menguji dan membuktikan sebuah kebenaran baru http://www.kufirst.center.ku.ac.th/kutac-demo-day-2023/
Gagasan penulis meruntuhkan tembok keraguan saya; instruksinya sangat presisi dan siap diterapkan http://www.kufirst.center.ku.ac.th/07022023/ jadi bisa makin pintar disini
Sebuah navigasi yang akurat. Penulis tahu benar titik buta pembaca dan memberikan lampu penerang di sana https://www.kufirst.center.ku.ac.th/9924-2/
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://opentutorials.org/profile/206064 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan https://hub.docker.com/u/epicureannycom/starred bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke http://beyondct.squarespace.com/restitution-des-ateliers/2005/1/12/jeux-en-team-building-anim-par-sophie-zakowetz-et-franois-michel.html, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Penulis sukses membedah topik yang kompleks ini dengan pisau analisis yang sangat tajam dan objektif https://wiki.cyberandi.synology.me/content/wikipedia_de_all_maxi_2024-05/A/Schwarze_Hebr%C3%A4er sangat menarik artikel ini
Penulis sangat piawai dalam memilah mana informasi yang esensial dan mana yang hanya sekadar bumbu pemanis https://salsadanza.tripod.com/telaviv/id13.html
Konten ini memberikan keuntungan kompetitif yang substansial bagi organisasi yang mengadopsi metodologinya https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?item=14216&page=22&rel=1
Penulis sangat mahir dalam merumuskan postulat-postulat penting yang memperkuat fondasi keilmuan pada bidang terkait https://wikimonde.com/article/Rosh_Hashanah
Artikel ini laksana laboratorium pemikiran yang sukses menguji dan mengonfirmasi keabsahan sebuah hipotesis secara ilmiah http://foobar2000.xrea.jp/index.php?Playlist+Tree+%E8%A7%A3%E8%AA%AC
Saya menikmati artikel ini dari awal sampai akhir tanpa terasa panjang. Referensi lainnya dapat ditemukan di https://fashionista.com/2012/09/never-leave-your-couch-a-complete-list-of-every-show-livestreaming-during-new-york-fashion-week.
Saya menikmati setiap bagian dari artikel ini. Sebelum menutup browser, saya juga sempat membuka [http://ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/Francais/July2002/article245.shtml](http://ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/Francais/July2002/article245.shtml).
Semoga semakin banyak pembaca yang mendapatkan manfaat dari artikel ini. Saya juga membaca referensi tambahan melalui [https://api.hypothes.is/search?q=tag%3A%27Commonplace+Books%27&page=4](https://api.hypothes.is/search?q=tag%3A%27Commonplace+Books%27&page=4).
Artikel ini memberikan perspektif yang cukup menarik dibanding beberapa tulisan lain yang pernah saya baca. Referensi lainnya ada di [https://anja-kroschka.de.tl/Herzen.htm](https://anja-kroschka.de.tl/Herzen.htm).
Tulisan ini memberikan kesan positif karena informasinya disampaikan dengan baik. Saya juga sempat mengunjungi http://sunsite.icm.edu.pl/pub/Linux/Documentation/pub/Linux/docs/ldp-archived/linuxfocus/Castellano/July2002/article245.shtml.
Artikel ini memberikan kepuasan substansial bagi pembaca kritis yang mengutamakan kedalaman data di atas kuantitas halaman. https://chreaurst-hroonds-hypaibly.yolasite.com/
Artikel ini berhasil memformat ulang cara pandang saya yang awalnya skeptis menjadi sangat apresiatif https://coursework.uma.ac.id/index.php/arsitek/issue/view/19
Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan informasi saya saat ini. Selain artikel ini, saya juga menemukan rujukan pendukung di https://kldp.org/comment/274769 yang membahas isu terkait secara ekstensif.
Artikel ini memberikan penyederhanaan radikal terhadap alur kerja yang rumit tanpa sedikit pun mengurangi kualitas hasil akhir yang ditargetkan https://moral.senate.go.th/blog/index.php?comment_area=format_blog&comment_component=blog&blogpage=370